Kamis, 12 Juli 2012

Proyektor Bintang

Saya punya proyektor bintang. Begitulah kira-kira namanya. Jadi alat itu bisa ngeluarin cahaya berbentuk bintang kalo dinyalain di tempat supergelap. Seperti kamar sewaktu mau tidur. Asal jangan pas mati lampu, karena dia harus pake listrik.

Dibeli sejak Juni lalu, alat yang saya sebut proyektor bintang ini baru sempat dirakit 11 Juli lalu. Ada ceritanya kenapa lama sekali merakitnya. Itu karena pacar tak sempat.

Saya pernah coba merakit itu barang setelah membelinya di Plaza Blok M. Sampe lewat 2 pagi, tahapan yang bisa diselesaikan cuma 10 persen dari hasilnya.

Putus asalah saya. Minta bantuan pacar, doi mengiyakan. Ditunggu-tunggu, tak juga kunjung datang. Alasannya banyak: ke luar kota, ke Bandung, sibuk kerja, bla bla bla.

Saking betenya, saya tulislah itu di status BBM supaya diperhatikan sama pacar. Begini bunyinya "proyektor bintang menunggu dirakit".

Satu dua hari setelah status dilayangkan, tak ada pula rencananya mau merakit itu barang. Keciwalah saya dibuatnya. Untuk menghibur, dia bawakan saya oleh-oleh dari kota-kota yang dikunjungi. Itu pun sifatnya masih inden.

Baru minggu ini si pacar ada kerjaan di Jakarta. Dia sempakan waktu kemarin untuk lihat itu barang. Dari pukul 7 malam, proyektor baru rampung dikerjakan pukul 9 lewat. Sampai berkeringat dia kerjakan itu barang. Itu kulitnya yang hitam makin mengkilat saja hitamnya setelah mengerjakan tugas berat itu.

Akhirnya itu proyektor bisa dipakai. Bohlam di dalam proyektor cuma 1 watt, nggak sempat beli bohlam yang cocok buat itu barang.

Semoga proyektor bintang bakal terus benderang sampai waktu yang panjang..

numpang duduk di grand sahid jaya
18.38 malam