Rabu, 09 Januari 2008

'Nakalnya' Malaysia

Suatu kali saya pernah bertanya dengan narasumber saya tentang Malaysia terkait dengan beberapa budaya Indonesia yang dianggap milik Negeri Jiran tersebut. Pertanyaan saya awali dengan kalimat: mengapa Malaysia bisa berbuat seperti itu dengan Indonesia? Jawabannya singkat. Kata narasumber saya, Malaysia itu memang nakal.

Kata ‘nakal’ memang begitu tepat untuk menggambarkan perbuatan Malaysia terhadap beberapa kesenian di Indonesia. Belum lama ini, lagu Rasa Sayange yang jelas-jelas milik warga Maluku dipakai untuk theme song di salah satu iklan di Malaysia. Pemakaian itu tanpa permisi. Setelah itu, menyusul kasus Reog Ponorogo. Batik dan Angklung pun turut diakui milik Malaysia.

Tanggapan dari warga Indonesia begitu hebat. Rasa kepemilikan bangsa ini seperti langsung masuk ke dalam setiap jiwa. Media massa pun ikut ambil bagian. Beberapa stasiun televisi akhir-akhir ini sering menayangkan tentang pentingnya hak kekayaan intelektual yang sudah diatur oleh undang-undang untuk segera diterapkan.

Tidak ketinggalan juga para artis. Contohnya saja Agnes Monica. Pelantun lagu Tak Ada Logika ini tampil di sebuah iklan produk jamu yang terkenal di Indonesia dengan tema truly Indonesia. Di iklan tersebut diceritakan bahwa lagu Rasa Sayange, reog ponorogo, batik, angklung, serta bentuk kesenian lainnya adalah asli milik bangsa ini, bukan milik bangsa lain.

Menurut Agnes, untuk membela negara perlu otak dan logika. Sudah tidak jamannya memakai bambu runcing atau teriak-teriak penuh emosi.

Ada benarnya apa yang disampaikan Agnes. Namun, apakah nasionalisme itu telah muncul sejak dulu di hati Agnes atau masyarakat Indonesia lainnya? Mungkin untuk hal yang satu ini (nasionalisme), sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada Malaysia karena sudah menyadarkan bangsa ini terhadap apa saja yang sudah dimiliki selama ini.

Namun, lagi-lagi pemerintah ambil gerakan lambat menghadapi masalah budaya ini. Jika takut kehilangan aset bangsa, mengapa harus lama menghadapi persoalan seperti ini?

6 komentar:

Efi Yanuar mengatakan...

yah,,,cie...
nampaknya memang orang Indonesia tuh baru sadar memiliki sesuatu kalau udah pernah kehilangan.
mudah-mudahan besok-besok gak gitu lagi yak...
amit...amit...ada yang ilang baru kita senewen...
piss
ah....

Anonim mengatakan...

iklan tolak angin masuk maysia nggak ya?
biar "pemerintah dan maling-maling itu"
punya "sedikit" aja rasa malu..
hehe...

memang udah nasib negeri tercinta ini untuk selalu dijajah.
apa yang ada di dalam indonesia selalu aja jadi lahan empuk untuk dicaplok orang di luar sana...

nasib..nasib

Anonim mengatakan...

iklan tolak angin masuk maysia nggak ya?
biar "pemerintah dan maling-maling itu"
punya "sedikit" aja rasa malu..
hehe...

memang udah nasib negeri tercinta ini untuk selalu dijajah.
apa yang ada di dalam indonesia selalu aja jadi lahan empuk untuk dicaplok orang di luar sana...

nasib..nasib

Anonim mengatakan...

maling..maling..
emang susah kalo jadi maling..

gw sebel banget ngeliat muka badawi pas nerima kedatangan SBY. asa gak seneng tuh muka.

udah gitu, katanya kasus Bonat dimenangkan sekadar untuk menyenangkan SBY yang mau dateng.

Malaysia emang brengsek tulen yak..
Sorry buat orang malaysia yang baca . tapi pemerintahan lu tuh emang..duh aduh..

Anonim mengatakan...

Saya prihatin terhadap masyarakat yang mulai terbakar amarahnya ketika beberapa budaya daerah2 di Indonesia
dikalim milik Malaysia.

Beginilah jadinya jika kebudayaan menjadi komoditi, semua ingin mengklaim kebudaya adalah milik/ciptaan golongan, bangsa, orang tertentu.

Padahal kebudayaan adalah karya yang bebas nilai, semua orang boleh menikmatinya. Kebudayaan seperti udara dan angin yang dapat dinikmati siapa saja.
-ahmad kelewang-

Anonim mengatakan...

semakin banyak dicari orang, berarti semakin indah...

maksudnya...berarti budaya kita memang indah cie...
buat gw sih itu aja..
gw jadi bangga ma budaya indonesia,
berarti bagus budaya Indonesia,,
soalnya sampe dicolong gitu,,
berarti kan benda berharga,,haha
dan biasanya orang yang nyolong kan orang miskin...

setidaknya sekarang kita bisa merasa kaya hahahaha
kaya budaya....
soalnya budaya kita dicuri...

solusinya adalah ..................................................................................................LAPORIN AJA KE POLISI

beres kan...
hehehehe